Solusi Tuntas Dalam Mengatasi Kekeringan

Foto: Istimewa

Penilis

Author: Penulis Lepas

Oleh Nur Illah K.H

Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menyebutkan ada 10 kecamatan di Kabupaten Bandung yang memiliki potensi kekeringan saat terjadi kemarau panjang. Pihak BPBD juga bersiap apabila terjadi musim kemarau, akan koordinasi dengan BNPB untuk meminta bantuan helikopter pengebom air (Liputan6. com)

Masalah kekeringan terus melanda negri ini dan menjadi siklus tahunan. Solusi yang mengakar belum ditemukan untuk mengatasi kekeringan. Padahal kekeringan berdampak besar bagi kehidupan umat. Sebab air yang merupakan kebutuhan vital, tidak saja bagi manusia tapi makhluk lain di muka bumi. Dalam mengatasi kekeringan para ahli hanya melakukan tindakan kuratif ala kadarnya, preventif belum tersentuh.

Mencari akar permasalahan timbulnya kekeringan belum dilakukan dalam skala kehidupan bernegara. Beberapa bahkan melihat faktor ledakan jumlah penduduk penyebab terganggunya daur air, mereka menganggap jumlah manusia yang banyak yang menghabiskan debit air.

Padahal masalahnya ada pada ideologi yang di emban sebuah negara. Liberalisme sebagai sumber petaka. Melalui tangan penguasa, liberalisasi sumber daya alam kehutanan, pertambangan, hingga pembangunan kawasan ekonomi khusus dan energi baru terbarukan, tak pelak berpengaruh besar dalam merusak siklus air. Eksploitasi alam merusak cadangan air, penebangan Dan Pemba Karan human, membuat CO2 menumpuk di atmosfer. Akibatnya panas matahari yang dipantulkan bumi terjebak sehingga temperatur bumi dari atmosfer akan meningkat. Ini lah yang disebut global warming, yang dapat memperlambat prores evaporasi dan kondensasi.

Kekeringan adalah persoalan sistemik. Penguasa yang bertanggung Japan mengurus umat, berperan besar mengatasi persoalan sistem. Jika sistem yang ada sekarang terbukti merusak dan menimbulkan banyak permasalahan umat.

Dalam hal ini Islam memiliki solution hunt as mengatasi kekeringan, kemudian memetakan wilayah kekeringan dan dampaknya terhadap kehidupan makhluk serta melakukan upaya pencegahan, rehabilitasi dan solusi bersama-sama antara khalifah sebagai penguasa dental umat. Solusi non teknis adalah dental mendekatkan duri kepada Allah, khalifah mengajak umat meninggalkan segala bentuk kemaksiatan, bertaubat dan kembali kepada Islam dalam seluruh aspek kehidupan.

Islam menjadi rahmat bagi semesta alam, tidak hanya manusia, hewan, tumbuhan dan seisi alam semesta merasakan penjagaan Islam. Oleh sebab itu kita kembali pada Islam, solusi hakiki mengatasi kekeringan dan berbagai dampak yang muncul di tengah umat.

Wallahu'alam bi Shawab.

*) Penulis adalah Guru tinggal di Bandung

Editor: Ibnu