20 Tahun Berkiprah, Keluarga Besar Swadekpala FKPPI Gelar Riung Mungpulung di Batu Kuda Manglayang

Foto: Istimewa

Anggota Keluarga Besar Swadekpala menggelar fun camping di Bumi Perkemahan Batu Kuda Gunung Manglayang, Sabtu-Minggu (24-25 Desember 2022).

Author: Penulis Lepas

BANDUNG, PRIANGANPOS.COM - Bumi Perkemahan Batu Kuda Gunung Manglayang menjadi saksi, setelah 20 tahun berkiprah, para anggota Swadekpala yang sudah menyebar ke berbagai daerah hingga mancanegara dapat berkumpul kembali bahkan dengan membawa anggota keluarga lainnya seperti istri dan anak.

Berkumpulnya para pegiat lingkungan, kelestarian alam, dan sosial di Bumi Perkemahan Batu Kuda Gunung Manglayang pada Sabtu-Minggu (24-25 Desember 2022), merupakan agenda fun camping dari Swadekpala yang berjudul “Riung Mumpulung Keluarga Besar Swadekpala FKPPI Tahun 2022”. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 30 orang dari mulai pembina hingga para anggota muda.

Swadekpala (Swa Dharma Eka Kerta Pecinta Alam) merupakan salah satu wadah peminatan bakat di FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri) FKPPI daerah Jawa Barat yang bersekretariat di Bandung dengan konsen kegiatan dalam bidang kelestarian alam, kepecinta alam-an, dan sosial kemasyarakatan.

Selain berkegiatan di alam, Swadekpala juga pernah terlibat dalam evakuasi bencana Erupsi Gunung Papandayan Garut (2002), Gempa dan Tsunami Aceh (2004), hingga Gempa Yogyakarta (2006).

Hadir dalam kegiatan ini Pembina Swadekpala, Wahyu Kurnia beserta jajaran yang juga merupakan Wakil Ketua Bidang Wajib Bela Negara KB FKPPI Jawa Barat.

“Pertemuan ini adalah langkah awal menuju Swadekpala yang lebih progresif yang dapat melebarkan sayapnya, hingga nantinya Swadekpala yang di Bandung ini harus menjadi pelopor dari wadah peminatan dalam bidang kelestarian alam, lingkungan hidup, serta kebencanaan yang ada di FKPPI daerah-daerah. Bangga sekali saya melihat Swadekpala ini, karena baik lembaga atau anggota, semua mampu bertahan dari berbagai gempuran zaman dan yang paling utama kalian tetap solid hingga sekarang di umurnya yang ke-20 tahun”, tutur Bang Wahyu, sapaan akrab beliau.

Wahyu berharap kedepan Swadekpala dapat mengakomodir minat dan bakat para anggotanya dalam divisi yang lebih spesifik seperti divisi hutan rimba, panjat tebing, ORAD (olah raga arus deras), SAR (Search and Rescue), dan lain sebagainya, sehingga nantinya akan lahir atlet-atlet dari Swadekpala. Dengan melakukan pendidikan anggota FKPPI di daerah-daerah sebagai anggota Swadekpala, agar dapat memenuhi kebutuhan dilapangan seperti kemampuan dalam hal SAR (Search and Rescue) sudah siap dan sigap diturunkan ke lapangan jika sewaktu-waktu terjadi bencana. (Dody Rusli)

Editor: Ibnu