Daya Beli Masyarakat ke Pasar Rakyat Kian Menurun
Author: Muhammad Lutfi
PRIANGANPOS.COM - Daya beli ke pasar rakyat khususnya ritel pakaian dan busana muslim dari tahun ke tahun semakin menurun. Hal tersebut diduga disebabkan adanya lonjakan pembeli yang lebih memilih ke pasar modern.
Pedagang pakaian di pasar rakyat Cipanas, Sadidudin Albusyairi mengatakan, hampir 50 persen penjual pakaian dan busana muslim di pasar tradisional mengeluh.
“Memang kalau secara umum pedagang pakaian disini bukan karena ibukota dilanda banjir. Tetapi adanya penurunan ekonomi di tingkat menengah ke bawah. Sehingga daya beli ke pasar jadi berkurang,” terangnya.
Selain itu, penurunan omzet di tahun ini jauh lebih merosot jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Apalagi bagi para pedagang pakaian. Bahkan penurunan omset itu sudah berlangsung sejak delapan bulan lalu.
“Kalau kita bandingkan di tahun-tahun sebelumnya, omset pedagang itu masih tidak terlalu signifikan. Tetapi untuk tahun ini, sangat dirasakan sekali anjloknya,” kata Dudin.
Menurut Dudin, yang juga Sekretaris DPP Pasar Cipanas ini, jika melihat dari omset rata-rata perhari, penjualan di tahun sebelumnya bisa mencapai hingga lima juta per hari. Tetapi kini, hanya mencapai dua atau satu juta per hari.
“Itupun omset kotor, bukan keuntungan bersih. Dan ini diyakini oleh kami, penurunan tersebut hampir dirasakan semua pedagang kain di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Cianjur,” kata dia.
Lanjutnya, hampir 70 persen pedagang kain, baik pakaian, busana muslim, sarung, ataupun sejenisnya, sangat bergantung dari pembeli tingkat menengah ke bawah. Karena memang harga di pasar itu bisa ditawar.
“Kami masih menunggu solusi yang baik dari pihak-pihak terkait. Bagaimana supaya penjual di pasar rakyat ini bisa kembali normal,” katanya.
Ia dan para pedagang lain berharap, perekonomian di pasar tradisional ini bisa menjadi pulih bahkan lebih baik lagi dari segala sektor. Bukan hanya infrastruktur saja, tetapi sektor lain.
“Jadi mudah-mudahan pemimpin negara ini bisa lebih memperhatikan ke para pedagang kalangan menengah ke bawah. Apalagi bagi kami sebagai pedagang di pasar, sangat berharap bisa ramai kembali,” tutupnya.
Editor: Ibnu